Selasa, 21 Desember 2010

Jinbara


Jinbara (duhulunya disebut Tropis ) adalah grup rock yang berasal dari Malaysia . Ia memiliki anggota sebanyak 5 orang yang kesemuanya adalah pria.

Sejak 2007


Jinbara membuat tampilan pertama mereka melalui album pertama mereka yang dirilis pada tahun 2001 dengan judul Pui-Aiya-Hoi . Dua tahun berikutnya, yaitu pada tahun 2003, mereka keluar lagi dengan album kedua, Shing Kuang dan diikuti oleh Album Suatu Evolusi pada tahun 2005 . Suatu Evolusi adalah kali terakhir penyanyi asal mereka, Yabang berada di dalam grup ini sebelum digantikan oleh Tiar.

Album Patah Pusing (2007) oleh Jinbara distribusi Warner Music memperkuat nama Jinbara di memori khalayak karena single pertama mereka, Farhana "(Putri Bumi Kenyalang)" yang pada saat itu sering diputar di radio.

Album Patah Pusing memuat lagu "Resah", "Farhana (Puteri Bumi Kenyalang)", "Patah Pusing", "Nilai Cinta", "jerangkung Bernyawa" dan banyak lagi. Ia diterbitkan oleh Andi Rahmandengan Jinbara sendiri selaku asisten produser, album ini menjadi persembahan pada setiap karya begitu bersahaja dan menambat jiwa. Dimulai dengan lagu Farhana yang berada di trek pertama ke lagu Resah karya penuh Andi Rahman yang begitu emosi, Patah Pusing sedikit garang dalam gaya Jinbara. Sementara Cinta Semalam punya kekuatan tersendiri.Melodi dan susunan musik karya penuh yob ini segar, terutama pada awal lagu. Dan saat masuk ke korus, vokal Tiar begitu menangkap perhatian.


Album

  • Pui-Aiya-Hoi (2001)
  • Shing Kuang (2003)
  • Suatu Evolusi (2005)
  • Patah Pusing (2007)
  • Suara Kita (2008)
  • Interpretasi Mental (2010)

[ sunting ]Lagu-lagu

  • "Keliru"
  • "Tolong Orang Tipu Orang"
  • "Sudah-sudahlah"
  • "Kasihnya Laila"
  • "Nak Tanya"
  • "Resah"
  • "Farhana (Puteri Bumi Kenyalang)"
  • "Cinta Semalam"
  • "Patah Pusing"
  • "Nilai Cinta"
  • "Jerangkung Bernyawa"
  • "Zakiah-zakiah (feat. Peterpan ) "
  • "Hilang"




Guardiola: Barcelona Harus Terus Membumi


Pelatih Barcelona itu tak ingin pemain dan klub kehilangan fokusnya selama kompetisi masih berjalan.

Setelah menutup 2010 dengan menjadi pemuncak klasemen La Liga Spanyol, Pep Guardiola meminta pemainnya untuk tidak bersar kepala.

Entrenador Barcelona itu menilai belum ada yang bisa dibanggakan timnya sejauh ini karena kompetisi masih terus berjalan.

"Kompetisi masih panjang dan setiap orang ingin kami memberikan yang terbaik seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya," ungkap Guardiola.

"Kami sangat berterima kasih atas setiap pujian yang diberikan, tapi jika saja kami memiliki laga yang buruk di pertandingan berikutnya, kami bisa saja terlempar dari kompetisi."

"Kami harus bisa memenangi kejuaraan lagi dan tetap melanjutkan performa positif di klub," ujarnya.

Guardiola menambahkan jika timnya masih bisa lebih baik lagi. Tapi, menurutnya ang terpenting adalah bisa menjaga keberlangsungan tim dan performa mereka.

"Selalu saja ada hal kecil yang bisa lebih ditingkatkan. Kami harus bisa menjaganya untuk tidak malah menurun. Kami akan berusaha untuk terus berkembang," janji Guardiola.

Senin, 20 Desember 2010

Yahoo, Raksasa yang Memudar


Kabar Yahoo memberhentikan 560 pekerja dan sedikitnya delapan layanan, termasuk Delicious, menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak mengenai strategi perusahaan ini.



CEO Yahoo, Carol Bartz ditunjuk masuk ke perusahaan ini oleh para pemegang saham. Ia ditunjuk untuk membalikkan nasib tak beruntung dan menghidupkan kembali merek internet yang memudar itu.
Sebanyak seratus juta dolar kampanye iklan global telah dikeluarkan. Namun perusahaan itu masih terus menghapus layanannya dan melakukan pemecatan ratusan staf. Timbul pertanyaan apakah Bartz akan berhasil mendapatkan US$47 juta (Rp424,8 miliar) dan perusahaan itu berhasil bergerak ke arah yang benar?
Dalam wawancara Telegraph awal tahun ini, ia membahas tentang pemotongan layanan yang tak masuk dalam bisnis inti atau menumbuhkan pangsa internet Yahoo. Dengan dalam kata lain tetap mendukung layanan inti, seperti pencarian dan email.
Bartz mengakui Yahoo tak memiliki reputasi terbaik terkait memelihara bisnis yang telah mereka beli. “Saya rasa ini merupakan sebuah kritik wajar. Beberapa situs ditinggalkan atau dimatikan. Namun, kini ada tim baru menjalankan Yahoo,” papar Bartz.
“Saya memiliki banyak pengalaman mengakuisisi dan membuatnya sangat sukses di perusahaan lama saya. Saya tahu bahwa beberapa pembelian harus dibiarkan menjadi produk yang berdiri sendiri”.
Kepala internet Enders Analysis Ian Maude mengatakan, pemotongan layanan, seperti Yahoo Buzz dan Delicious, merupakan ’pemeliharaan rumah yang pintar’. “Bartz mencoba mengupas apa yang penting dan menjadi fokus kekuatan inti Yahoo. Saya rasa ini masuk akal,” katanya.
Namun, Maude khawatir Bartz gagal menafsirkan dua isu yang lebih besar, apa Yahoo masih layak dan bagaimana menumbuhkan audiensnya guna menghadapi persaingan ketat dari layanan populer baru, seperti Google?
“Saya rasa Bartz tahu apa itu Yahoo? Bagaimana ia menangani masalah utama pertumbuhan audiens di seluruh layanannya? Bagaimana ia bisa menumbuhkan audiens dalam menghadapi persaingan super ketat dari Google?”
Menurutnya, Yahoo mulai tampak rentan dan hal ini cukup memalukan sebagai merek internet besar. Namun ia melihat pergeseran nyata terhadap layanan terbaik. Orang-orang senang mencampur dan mencocokkan layanan email dengan mesin pencari karena mereka ingin alat yang terbaik. ”Yahoo bukanlah selingan bagi banyak orang,” katanya.
Rumor Yahoo akan dijual atau merger dengan AOL masih bergulir, sebagian besar masa depan raksasa internet ini belum diketahui. Namun, Bartz tampak berkomitmen menjadikan perusahaan ini lebih berfokus pada aset populer inti mereka.
Pertanyaannya, aset apa itu dan bagaimana mereka bisa tetap menjadi populer dalam menghadapi persaingan ketat di mana Bartz harus menjawabnya. [mdr]

Minggu, 19 Desember 2010

haha keper ongolan

parah banah..!

Facebook Incar Mahkota Google


Facebook menantang supremasi Google di internet. Jejaring sosial ini menciptakan pendekatan radikal terkait bagaimana manusia hidup, bekerja dan memanfaatkan mesin pencari.


Meskipun Google sukses memunculkan mesin pencari yang memanfaatkan algoritma pengguna internet, Facebook merasa unggul. Facebook berada di tingkat yang lebih beragam dengan melakukan personalisasi mesin pencari berdasarkan kesukaan dan rekomendasi pertemanan pengguna di Facebook.
Mark Zuckerberg yang mendirikan Facebook di asrama Universitas Harvard enam tahun lalu itu kini berhasil memperoleh keuntungan US$6,9 miliar (Rp 62,1 triliun).
“Saya pikir apa yang kami temukan adalah pemanfaatan produk bersama teman dan keluarga Anda, atau keterikatan dengan orang yang Anda sayangi,” kata Mark Zuckerberg mengenai keberhasilan Facebook.
Kini Facebook punya senjata baru. “Social Graph merupakan cara yang menakjubkan,” ujar analis Wedbush Securities, Lou Kerner menanggapi layanan terbaru Facebook yang memudahkan pengiklan menargetkan konsumen.
“Ini tidak hanya soal apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda sukai, tetapi orang lain bisa mengetahui apa yang Anda suka dan perusahaan mana saja yang berhubungan dengan Anda.”
Bagi beberapa pengamat internet seperti Kerner, Facebook berhasil membangun jaringan paralel di seluruh dunia dengan 500 juta anggotanya. “Saya merujuk Facebook di posisi kedua di internet, karena lebih berguna dan lebih terkoneksi.”
Media sosial sangat penting dalam meraih masyarakat dan berpengaruh pada anggaran pengeluaran pihak pemasaran. Berdasarkan data comScore, Google menerima lebih banyak pengunjung unik setiap bulan, namun pengguna Facebook lebih banyak menghabiskan waktu di situs itu, dibandingkan pengguna layanan Google.
Sejak musim semi ini, Facebook telah meluncurkan fitur yang tampak bertabrakan dengan Google. Misalnya, layanan email @facebook.com yang bersaing dengan Gmail serta ‘Facebook Questions’, mesin pencari yang memungkinkan pengguna saling memberi pertanyaan kepada orang lain.
Facebook juga semakin keras kepala menghadapi Google dalam sistem perekrutan. Mereka menaikkan gaji pegawai 10% di seluruh lapisan untuk bersaing dengan Google yang berbasis di Mountain View, California, Amerika Serikat ini.
“Mereka saling berkompetisi, namun ini bukan berarti Facebook terus tumbuh dengan merugikan Google atau membuat Google kehilangan pamor,” kata Danny Sullivan, editor teknologi di blog SearchEngineLand.com.
Mark Zuckerberg juga mengakui adanya beberapa wilayah yang membuat pertarungan Google dan Facebook semakin sengit, namun ada pula layanan di mana keduanya saling mendukung.
“Beberapa aspek pada dasarnya menguntungkan bagi Google. Mereka dengan mudah dapat mengelak,” ujar Sullivan. Keberadaan Facebook membuat Google merasa tidak melakukan monopoli. “Ini tidak selalu soal kerugian Google bila Facebook terus mendapatkan keuntungan,” katanya. [ito]